bisnis-logo

Stories

Dari Timur Indonesia Menuju Viral

Akses internet yang mulai merata ke berbagai pelosok di negeri ini telah membuka peluang baru bagi generasi muda untuk lebih berkreasi.

08 September 2023

A+
A-

Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Slogan itu menggambarkan betapa luasnya negeri ini.

Pemerataan menjadi pekerjaan rumah yang tidak ringan bagi negara yang memiliki luas 1,9 juta kilometer persegi ini, terlebih dengan profilnya sebagai negara kepulauan, termasuk kehadiran akses internet pada era perkembangan teknologi dan informasi, .

Sepanjang 2023, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat, kendati belum 100 persen wilayah di Indonesia telah terjangkau internet, tetapi tingkat penetrasi di seluruh pulau sudah mulai merata.

Wilayah Jawa masih tercatat dengan tingkat penetrasi internet tertinggi di Indonesia sebanyak 81,83 persen dan diikuti oleh Bali dengan tingkat penetrasi 80,88 persen.

Sementara itu, penetrasi internet di wilayah Kalimantan telah mencapai 78,71 persen, Sulawesi 73,59, Sumatra 73,5 persen, Maluku 73,45, Nusa Tenggara 72,32 persen, dan Papua 63,15 persen.

Kendati demikian, perkembangan akses internet di Indonesia telah mengalami kemajuan cukup pesat. Hal itu telah menjadi potensi bagi perkembangan ekonomi kreatif di dalam negeri.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencatat, hingga kuartal I/2023, nilai tambah ekonomi kreatif mencapai Rp342,92 triliun.

Sementara itu, ekspor produk ekonomi kreatif pada periode tersebut mencapai US$6,64 miliar. Produk fesyen menyumbangkan kontribusi paling besar yakni US$3,37 miliar, kriya US$2,87 miliar atau 43,2 persen, dan kuliner US$397 juta atau 5,9 persen.

Melihat data penetrasi internet dan bagaimana sektor digital menempati posisi strategis dalam pembangunan ekonomi Indonesia, Bisnis Indonesia bersama dengan Indosat Ooredoo Hutchison menggelar Festival Literasi Digital 2023 di sejumlah universitas di Nusa Tenggara Timur.

Acara yang digelar di Politeknik Negeri Kupang dan Universitas Nusa Cendana berlangsung pada Rabu (30/8/2023) dan Kamis (31/2023) itu ditujukan agar para generasi muda mendapatkan pembekalan agar bisa Go Viral dan Go International.

Menembus Keterbatasan

Sebagai negara kepulauan, menghadirkan akses internet yang merata hingga ke pelosok negeri bukanlah perkara mudah. Pembangunan infrastruktur pun menjadi persoalan agar masyarakat dapat leluasa berselancar di dunia maya.

Ada tantangan logistik dan biaya yang tidak sedikit untuk bisa membangun satu unit tower telekomunikasi yang akan memancarkan sinyal.

Hal itu berdampak terhadap mahalnya layanan akses internet di wilayah-wilayah remote, yang ujungnya membuat penetrasi terhadap internet menjadi rendah.

Di sisi lain, APJII mencatat alasan terbesar masyarakat tidak menggunakan internet adalah besarnya nominal yang dikeluarkan masyarakat untuk membeli kuota internet. Dari skor 1 sampai dengan 4, alasan tersebut mencapai 2,28. 

Director and Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison M. Danny Buldansyah mengungkapkan, dengan profil negara kepulauan, pembukaan jalur fiber optic menjadi sangat menantang.

Namun, dengan komitmen untuk mendatangkan akses internet yang lebih merata, Indosat menyatakan secara serius mengucurkan investasinya di Indonesia timur, salah satunya adalah Nusa Tenggara Timur.

"Indosat hadir dengan empowering every Indonesia, Indonesia tidak hanya Jawa, Nusra potensinya luar biasa untuk meningkatkan  menggelar jaringan serta memperluas cakupan  layanan ke seluruh pelosok wilayah Nusra," ujarnya.

Menurutnya, wilayah Nusa Tenggara merupakan salah satu wilayah dengan potensi yang luar biasa. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya wisata alam yang indah di wilayah tersebut. 

Buldansyah menambahkan, cakupan layanan Indosat di Kupang, ibukota dari Provinsi Nusa Tenggara Timur sudah mencapai 100 persen. Adapun untuk beberapa kota lainnya, penetrasi internetnya juga sudah cukup tinggi.

Lebih lanjut, Buldansyah mengatakan keseriusan Indosat dalam memberdayakan Indonesia Timur diwujudkan dengan menghadirkan akses internet yang cepat, dan andal. 

“Sehingga [internet ini] dapat dipakai untuk memberdayakan masyarakat untuk melakukan aktivitas sehari-hari, bahkan untuk menunjang bisnis,” ujar Buldansyah.

Indosat Ooredoo Hutchison menargetkan untuk memiliki sebanyak 1.456 base transceiver station (BTS) di wilayah Nusa Tenggara sepanjang tahun ini. 

Head of Region East Java & Bali Nusra Indosat Ooredoo Hutchison Soejanto Prasetya mengatakan sebelum penggabungan unit usaha dengan Hutchison Tri Indonesia, Indosat hanya memiliki 112 menara BTS di Nusa Tenggara. 

Namun, setelah adanya merger menjadi Indosat Ooredoo Hutchison, jumlah menara BTS di wilayah tersebut meningkat signifikan menjadi 662 menara.

"Dalam jangka waktu 4 bulan jaringan kami 1.381 BTS dan dalam waktu dekat 1.456 BTS," ujarnya dalam konferensi pers Festival Literasi Digital yang digelar di Politeknik Negeri Kupang, Rabu (30/8/2023).

Sementara itu, Chief Integration Officer Indosat Ooredoo Hutchison Sanjay Vaghasia menuturkan, pihaknya dengan mantap memperluas jaringannya di wilayah Nusa Tenggara. 

Dia menuturkan, dalam kurun waktu 10 bulan terakhir, penetrasi layanan di wilayah Nusa Tenggara telah meningkat sebesar 2,3 kali lipat, sedangkan untuk wilayah Nusa Tenggara Timur telah meningkat 3,7 kali lipat.

Digitalisasi dalam Pendidikan

Bisnis Indonesia bersama dengan Indosat Ooredoo Hutchison menggelar Festival Literasi Digital di Politeknik Negeri Kupang, Nusa Tenggara Timur pada Rabu (30/8/2023)/JIBI

Ratusan muda-mudi Kupang, dengan wajah penuh semangat mulai memadati aula di Politeknik Negeri Kupang. Acara yang didukung oleh Indosat Ooredoo Hutchison itu digelar untuk memberikan literasi digital kepada anak muda di Kupang.

Penetrasi internet yang makin besar membuat informasi yang didapatkan juga semakin banyak. Bukan lagi dari lingkungan sekitar melainkan juga dari global. 

Sayangnya, hal ini kerap tidak beriringan dengan peningkatan literasi digital, baik dalam hal etika, budaya, keamanan, maupun keterampilan digital. 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Nusa Tenggara Timur (NTT) Kanisius H.M. mengatakan masyarakat harus tetap memperhatikan hal tersebut untuk dapat tetap bijak dalam berdigital.

“Ada 4 fondasi yang secara sadar dan harus ditumbuhkembangkan. Pertama, etika digital, budaya digital, keamanan, dan keterampilan digital,”ujar Kanisius dalam kata sambutannya di acara Festival Literasi Digital hari pertama, di Politeknik Negeri Kupang, NTT, Rabu (30/8/2023).

Direktur Politeknik Negeri Kupang, Frans Mangi menjelaskan pada era saat derasnya arus informasi dan komunikasi, literasi digital sangat diperlukan, terutama untuk mahasiswa dan dosen.

Dia menuturkan, dengan masuknya akses internet yang lebih luas sangat membantu bagi dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur. 

Namun, kurangnya literasi digital, membuat masih banyak masyarakat yang belum peka akan penggunaan internet.

"Dari total budget kami 15 persen kami investasi kita alokasikan untuk layanan jaringan internet, dan ada potensi yang bagus di Poltek Kupang," ungkapnya.

Upaya untuk menembus keterbatasan di wilayah Indonesia timur seperti Nusa Tenggara, telah mencapai sebuah kemajuan.

Data penetrasi internet pada tahun ini menunjukkan, untuk wilayah Nusa Tenggara, tingkat penetrasi internet sudah tidak terpaut jauh dengan Pulau Jawa.

Tingkat penetrasi internet di Nusa Tenggara Barat telah mencapai 71,35 persen, sedangkan untuk di wilayah Nusa Tenggara Timur telah mencapai 72,11 persen.

Sementara itu, untuk di Pulau Jawa mayoritas wilayah telah mencapai penetrasi internet sekitar 80 persen. Tingkat penetrasi tertinggi berada di DKI Jakarta dengan capaian 86,96 persen, sedangkan yang paling rendah ada di Jawa Tengah dengan tingkat penetrasi 77,54 persen.

 

Makin Kreatif di Era Digitalisasi

Dalam gelaran Festival Literasi Digital 2023, Bisnis Indonesia bersama dengan Indosat Ooredoo Hutchison turut mewadahi para mahasiswa di Nusa Tenggara Timur untuk mendapatkan pengetahuan lebih tentang menjadi kreator konten dan pengusaha.

Pada gelaran di Politeknik Negeri Kupang, para mahasiswa mendapatkan pengetahuan dari workshop yang diisi oleh para kreator konten populer di antaranya adalah Trimarissa Dillak dan Kevin Anggara.

Pada hari kedua gelaran Festival Literasi Digital 2023 yang didukung oleh Indosat, kali ini giliran mahasiswa di Universitas Nusa Cendana yang mendapatkan materi seputar kiat sukses menjadi kreator konten dan tips pemasaran produk.

Indosat juga mewadahi mahasiswa untuk mendapatkan wawasan terkait cara menduniakan produk UMKM.

Founder Du Anyam, Hana Keraf mengatakan awal mula dari bisnis ini merupakan untuk memberdayakan perempuan di desanya. Dalam paparannya, Hana menceritakan terciptanya bisnis ini dikarenakan ada banyaknya sumber daya pohon lontar dan pohon koli di desanya. 

Selain itu, dia juga melihat, adanya banyak perempuan yang kerap mengalami kesulitan keuangan dan banyak di antaranya yang sebenarnya memiliki keahlian untuk menganyam. 

Oleh karena itu, Hana melihat peluang bisnis tersebut dan mendirikan Du Anyam.

Putri daerah Nusa Tenggara Timur itu, sukses mengembangkan bisnisnya hingga ke mancanegara. Produk olahan asli wilayah itu bahkan sudah dijajakan di sejumlah toko dengan merek besar di luar negeri.

“Yang Du Anyam lakukan, kami berusaha untuk membuat produk layanan yang mama-mama ini mereka sudah ahli, untuk kemudian kualitasnya bisa masuk ke pasar nasional maupun internasional,” ujar Hana.

CEO dan Kepala Sekolah di Belajarlagi, Faiz Ghifari menjelaskan di era teknologi saat ini, proses pengenalan produk melalui digitalisasi menjadi sangat penting.

"Marketing proses untuk membangun hubungan baik dengan target audience kita, dengan menciptakan hal yang bermanfaat sehingga kita kembali mendapatkan manfaat," ujarnya di Universitas Nusa Cendana, Kupang, Kamis (31/8/2023). 

Dia menjelaskan, proses marketing konvensional biasanya dilakukan melalui promosi di papan reklame, brosur, dan iklan di televisi.

Menurutnya, cara promosi konvensional lebih cenderung mahal, dan tidak dapat dilacak tingkat keberhasilannya.  Di sisi lain, sarana promosi digital marketing cenderung lebih efisien karena dapat menjangkau khalayak yang jauh lebih luas dengan pilihan sarana yang lebih banyak.

"Tingkat konversi lebih tinggi dan hasil yang terukur," ungkapnya.

Sementara itu, untuk pembekalan media sosial, Kevin Anggara dan Eno Bening yang menjadi pembicara dalam workshop content kreator yang mengangkat tema "Jago Copywriting, Siap Jadi Viral".

Dalam workshop tersebut, Eno memberikan paparan mengenai pentingnya peran media sosial di tengah kemajuan teknologi saat ini. 

"Sosial media adalah hyperreality, kamu adalah kamu yang orang lihat di media sosial," ujarnya pada Kamis (31/8/2023).

Dia juga memaparkan sejumlah strategi untuk mengembangkan media sosial untuk dapat menjadi seorang kreator konten. Menurutnya, seorang kreator konten perlu memiliki keahlian dalam menulis.

Pasalnya, deskripsi yang menarik, lugas, dan jelas dapat membuat konten yang diunggah dalam media sosial menjadi lebih informatif dan menarik bagi khalayak. Di samping itu, pembentukan identitas juga diperlukan untuk menjadi seorang kreator konten agar lebih dikenal luas. 

Namun, menurutnya pembentukan jati diri sebaiknya jangan dilakukan dengan pencitraan. "Semua orang itu unik, memperkuat karakter, menjadi kamu yang terbaik di media sosial," ungkapnya.

Influencer asal Kupang, Trimarissa Dillak menuturkan hal yang perlu diketahui sebelum membuat konten adalah tujuan terhadap ide yang akan dieksekusi menjadi sebuah konten.. Menurutnya, setiap media sosial memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga diperlukan adanya fokus khalayak yang akan dituju. 

Dia mengungkapkan, konten kreator harus mampu menemukan karakter, sehingga dapat menjadi pembeda dengan konten kreator-konten kreator lainnya. 

"Karakter sangat perlu karena jika karakter sudah terbentuk maka akan terbaca algoritma, coba kemas lebih singkat lagi supaya padat dan lebih paham, jadi punya insight, lebih terbaca," tuturnya.

Gelaran Festival Literasi Digital yang didukung oleh Indosat mendapatkan respons yang positif dari para muda-mudi Kupang. Terbukti, gelaran itu dihadiri langsung oleh 951 mahasiswa dan 99 UMKM di Auditorium Universitas Politeknik Negeri dan 259 peserta di Universitas Nusa Cendana.

Selain itu, acara yang juga disiarkan langsung dari YouTube Bisnis.com mencatatkan 3.460 penonton.

Norbet U K Laki Pali, salah seorang mahasiswa Universitas Nusa Cendana yang menjadi peserta mengatakan, kegiatan yang digelar atas dukungan Indosat itu memberikan dampak cukup signifikan terhadap literasi digital yang selama ini belum pernah digali.

Menurutnya, anak muda saat ini dituntut untuk dapat belajar lebih cepat dan menyesuaikan diri dengan dunia digital. Dari situ, banyak potensi yang dapat dimaksimalkan dari hadirnya perkembangan digital.

Dia menuturkan, materi yang didapatkan atas gelaran tersebut sangat diaplikasikan dalam kehidupan kesehariannya. Pasalnya, mahasiswa berusia 25 tahun itu tengah merintis bisnis kreatif.

"Saya juga baru sadar kalau selama ini belum mengenali target pasar, setelah kelas hari ini saya tahu selama ini saya memasarkan produk di media yang kurang tepat. Ternyata ada banyak cara melakukan promosi produk juga, tidak hanya di market place tapi bisa di Instagram, Meta, Tiktok, dan banyak media promosi lain," imbuhnya.

Pemimpin Redaksi & Direktur Pemberitaan dan Produksi Harian Bisnis Indonesia, Maria Y. Benyamin mengatakan gelaran tersebut diharapkan dapat lebih meningkatkan literasi para generasi muda di Nusa Tenggara Timur, khususnya di wilayah Kupang.

“Acara ini jalan bersama antara Bisnis Indonesia dan Indosat untuk tujuan mulai untuk meningkatkan literasi digital di Tanah Air khususnya di Indonesia timur,” ucapnya.

Direktur & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Buldansyah mengungkapkan, Indonesia masih kekurangan talenta-talenta digital.

Dia mengungkapkan, Indonesia mencatatkan gap kekurangan talenta digital sebesar 1 juta talenta.

“Indosat hadir di sini bersama Bisnis Indonesia dengan mahasiswa dengan harapan talent gap yang ada bisa turun, melalui pembekalan seputar literasi digital, semoga kedepannya apa yang Indosat dan Bisnis Indonesia lakukan bisa memberikan dampak positif bagi NTT” ungkapnya.


 

Penulis : Muhammad Ridwan
Editor : Muhammad Ridwan
Previous

Yang Muda Yang Berinvestasi

back-to-top
To top